Sabtu, 12 Juni 2004

-:- maaf -:-


Kepada cinta
Kepada sayang
Kepada dirimu
Kepada seluruh rasa dalam persendian
Kepada bintang timur yang gemerlap
Kepada semua perhatian

Aku minta maaf
Karena telah begitu naif
Emosi sesaat dan murka
Aku tau itu salah

Aku minta maaf
Seandainya ada kata-kata ku yang sadis
Tak terkontrol karena marah
Sungguh, aku menyesalinya

Aku minta maaf
Tetap aku memohon,
Jangan pernah tinggalkan aku lagi
Karena semua itu .. maaf yah?!

Minggu, 06 Juni 2004

-:- Biarkanlah -:-


Biarkan adek sendiri bang ..
Tak perlu dikasihani
Tak perlu ditemani
Tak perlu diperhatikan

Adek ga mau abang terbebani
Karenanya, adek mohon ..
Biarkan adek sendiri
Mencoba mencari celah dalam hidup abang

Adek cinta abang
Tanpa dipaksa atau terpaksa
Alami lahir dari rasa hati adek
Plis, mengertilah bang ..

Biarkan adek sendiri
Menikmati indahnya cinta adek pada abang
Meskipun itu hanya dalam hati saja ....
Iya .. di dalam hati saja ..

tuteh, 4 Juni 2004

Rabu, 12 Mei 2004

DEAR


Untuk sebuah nama .. dear
Untuk sebentuk cinta .. dear
Untuk sepotong hati .. dear
Untuk seikat harapan .. dear

Dear ...
Untuk namamu, aku meneriakkan suka
Untuk cintamu, aku berjuang pada setia
Untuk hatimu, aku menanamkan benih cinta
Untuk harapanmu, aku menjanjikan bahagia

Untuk segumpal marah .. dear
Untuk segenggam asa .. dear
Untuk secercah duka .. dear
Untuk sebongkah senyum .. dear

Dear ..
Untuk marahmu, aku berlutut mohon ampun
Untuk asamu, aku berusaha jujur
Untuk dukamu, aku mengeluarkan air mata
Untuk senyummu, aku rela menjadi badut

Dear ..
Untukmu segala rasa ini
Untukmu semua yang kumiliki
Untukmu seluruh hidup ini

tuteh, 9 Mei 2004
AKU SAYANG KAMU


Haruskah aku kembali mengucapkannya lagi?
Kata-kata cinta nan puitis ini?
Jeritan batin nan tersika dan penuh harapku?
Agar dirimu mengerti, agar dirimu menerima?

Haruskan aku meloncati setiap gunung?
Agar dirimu dapat melihat
Bagaimana aku begitu penuh dalam menyayang?
Bagaimana hati ini begitu menginginkan asmaramu tersirat?

Kenapa begitu sulit bagimu untuk mengerti?
Ah, aku sayang kamu
Seperti sayangnya matahari dan rembulan pada bumi
Tanpa letih, tanpa beban

Aku sayang kamu
Amat sayang padamu
Mengertilah ...
Aku sayang kamu loh!

tuteh, 9 Mei 2004
KASIH HILANG


Seperti meniti jalan sunyi
Daku begitu merasa sepi
Tak ada suara menyapa
Meskipun ramai di sekitar raga

Seperti duduk membeku menatap bintang
Menghitung satu satu kerlip yang datang
Lalu membiarkan kerlip itu tertutup awan
Tanpa berani meneriakkan ketaksukaan

Seperti melintasi putaran waktu
Saat mencoba mencari memori hilang itu
Siapa yang hilang?
Apakah yang telah hilang?

Kasih!!
Kasih hilang .. merana, kaku, membeku
Daku harus dapat meraih kembali memori itu
Meskipun tanpa dikau kekasih ...

tuteh, 8 Mei 2004
.:. Merenda Impian .:.


Bila hari telah pergi
Mampukah aku merenda kembali
Impian-impian ini?

Impian adalah rencana realita
Sumber semua kenyataan fana
Dengan kerja keras dan usaha
Manusia menuntut untuk mewujudkan dia

Impian bukan angan-angan konyol
Yang datang dan pergi tanpa makna
Dia seperti penunjuk jalan nan vital
Agar hidup terasa bahagia

Punyakah kamu impian?
Menjadi apa saja dan untuk alasan apa saja
Itu perlu .. impian .. adalah rencana realita
Mari merenda impian ..

Dan bila hari telah pergi
Mampukah aku merenda kembali
Impian-impian itu?

tuteh, 10 Mei 2004

Rabu, 14 April 2004

Ode to my familly


Bapak,
Seperti sinar mentari yang jatuh di pagi hari
Kasih dan sayang mu tak pernah terhenti
Senyum dan petuah mu ibarat mata hati
Marah mu adalah cambuk agar saya menjadi lebih berarti

Mama,
Tulusnya kasih mu seperti embun pagi
Cinta mu membasuh jiwa saya yang sepi
Kebaikan hati mu tak sirna dimakan api
Doa-doa mu seperti rangkaian mutiara suci

Brother,
Perlindungan mu adalah cinta abadi
Alah mu adalah pelajaran kebaikan hati
Menang mu adalah kemenangan saya jua
Keluarga kecil mu adalah panutan mata

Sister,
Cerewet mu yang tak henti itu
Mengandung sejuta makna yang menyatu
Sayang, Cinta, Kasih dan amalan jiwa
Turun ke dalam hati dan moral saya

Ponakan,
Kalian adalah yang terbaik bagi saya
Canda dan tawa kalian tak pernah punah
Tangis dan jeritan kalian seperti nyanyian raga
Kalian, membawa ceria pada dunia

Keluarga,
Semua yang saya butuhkan ada disini
Cinta, sayang, kasih, ada di sini
Marah, nasehat, cerewet menyatu di dada
Thanks my familly, kalian semua yang terbaik

tuteh, 14 April 2004

Cinta Bukan Untuk Main-Main

Kemarin ja'o baca de pung status WA "Tidak Pernah Dihargai" Ja'o langsung tertawa Karena, kapan de pernah mengh...