Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2016

Setiap Kali ...

Setiap kali kita bersama,
Saya senang.

Saya ingin menatap ke dalam matamu,
Mencoba memahami ... apakah ...
Kamu juga merasakannya?
Atau hanyakah jiwa saya yang meliar?

Bertanya. Saya. Sendiri.
Seharusnya ini tidak terjadi.
Seharusnya ...
Tapi kamu, yang tidak memesona itu,
Telah membuat saya terpesona.

Dudududuw,
Ini salah.
Tapi menyenangkan.

Ini SALAAAAAAAHHHHH!!!!!

Kamis, 27 Oktober 2016

Nikah, Yuk?

Kemarin kamu datang,
Setelah empat tahun,
Setelah kuputuskan semua tentangmu,
Karena permainanmu itu ...
Ibarat layangan yang ditarik ulur ...

Ah,
Kupingku memanas saat kau berkata,
"Dek, kita nikah yuk? Adek mau kan nikah sama Abang?"

Jika empat tahun lalu kupingku mendengarnya,
Kamu tahu jawabanku kan, Bang?

It's too long.

Seseorang sudah mengisi hatiku ...

Maaf.

Rabu, 26 Oktober 2016

Bagaimana Caranya Saya Untuk ...

Untuk bilang,
Bahwa saya suka kalau kamu ada di sini,
Temani saya meskipun kita ... tidak bicara ...
Bahwa hanya mendengar suaramu bercerita,
Telah memuaskan sesuatu yang saya sebut dahaga.

Setiap hari saya sakaw ...


Saya pikir ...
Mungkinkah kamu juga menginginkannya?
Kamu pintar ... entah ... menurutku ... menyembunyikannya.
Oh
Sya
La
La

It's a mistake.
But, it's a beautiful mistake :)

Minggu, 09 Februari 2014

Menyulam Rindu

365 hari telah lewat
Kata, kalimat ...
Senyum, tawa ...
Kau alasan perasaan ini hadir

Kupikir kau akan mengatakannya
Lima kali purnama setelah ia ada
Tetapi aku hanya dicambuk harap
Bermimpi tanganmu mendekap

365 hari telah lewat
Bukan waktu sesaat
Memang ...
Aku gamang ...

Rabu, 20 November 2013

Setapak

Dahulu,
Kaki berdebuku menyusurinya
Lembab, rasanya seperti menginjak bubur

Dahulu,
Ubun-ubunku dilindungi dedaunan
Sejuk, rasanya seperti ditiup angin senja

Dahulu,
Aku bertemu roda-roda berputar dari sepeda ontel para tua
Mengingatkanku tentang para Pastur berdarah Belanda

Dahulu, yang kini semuanya musnah

...

Kecuali satu!
Ya, satu!
Kenangan ciuman kita di setapak ini
Selalu ada.

Selasa, 17 September 2013

Moonlight

Sinar bulan malam itu,
Sayangnya ... bukan kamu yang duduk di sampingku
Sayangnya ... perasaan berdebar-debar ini pun entah untuk siapa
Sayangnya ... mungkin aku juga buta membaca tanda darinya

Sinar bulan malam itu,
Aku ingin berada di sana sepanjang malam ...

Kamis, 18 September 2008

Hujan

Awan mendung tak menepi
Layak hatiku yang tak bersendi
Lantas tanya pun melambai
Mengapa wajahku pucat pasi?

Bercinta bukanlah dogma
Namun bercinta tanpa ikatan, dosa
Merenung tentang dia
Yang menghadiahkan dosa atas murka

Kenapa harus aku yang dipilih?
Aku tak mengenal dia!
Dan perlahan-lahan irisan perih
Menghujam dalam ke dada

Tuhan, mengapa harus aku?
Tuhan, maafkan aku
Tuhan, berikan ampunanMu
Tuhan, kembalikan kekuatanku

Dan Tuhan...
Biarkan hujanMu membasahi
Menyentuh dosa-dosa ini
Melarutkan semua perih di hati
Hilang... musnah... bersama hari

(untuk semua Perempuan yang pernah merasakan sakitnya dipaksa, disiksa, dihancurkan oleh Pria yang tak dikenal di suatu malam yang kelam)

Cinta Bukan Untuk Main-Main

Kemarin ja'o baca de pung status WA "Tidak Pernah Dihargai" Ja'o langsung tertawa Karena, kapan de pernah mengh...