Kalau aku boleh bicara,
Tapi ... bolehkah?
Kuijinkan diriku sendiri untuk bicara.
Masih, tentang cinta.
Musykil dibicarakan saat tengah hari,
Tapi ... boleh kan?
Selama matahari masih ada di sana.
Aku takut untuk mengakui,
Tetapi sudah kuakui.
Benihnya menggeliat mencari hari
Benihnya menggeliat menuju hati
Hatimu ...
Cinta memang misterius.
Ketika rindu mulai memainkan rinai hujan,
Aku dan semua sendiku tertahan.
Ini bukan dosa,
Kuyakinkan diri!
Tapi ini juga bukan jalanku...
Jurang itu akan tetap menganga.
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Senin, 04 Februari 2013
Kamis, 18 September 2008
Hujan
Awan mendung tak menepi
Layak hatiku yang tak bersendi
Lantas tanya pun melambai
Mengapa wajahku pucat pasi?
Bercinta bukanlah dogma
Namun bercinta tanpa ikatan, dosa
Merenung tentang dia
Yang menghadiahkan dosa atas murka
Kenapa harus aku yang dipilih?
Aku tak mengenal dia!
Dan perlahan-lahan irisan perih
Menghujam dalam ke dada
Tuhan, mengapa harus aku?
Tuhan, maafkan aku
Tuhan, berikan ampunanMu
Tuhan, kembalikan kekuatanku
Dan Tuhan...
Biarkan hujanMu membasahi
Menyentuh dosa-dosa ini
Melarutkan semua perih di hati
Hilang... musnah... bersama hari
(untuk semua Perempuan yang pernah merasakan sakitnya dipaksa, disiksa, dihancurkan oleh Pria yang tak dikenal di suatu malam yang kelam)
Layak hatiku yang tak bersendi
Lantas tanya pun melambai
Mengapa wajahku pucat pasi?
Bercinta bukanlah dogma
Namun bercinta tanpa ikatan, dosa
Merenung tentang dia
Yang menghadiahkan dosa atas murka
Kenapa harus aku yang dipilih?
Aku tak mengenal dia!
Dan perlahan-lahan irisan perih
Menghujam dalam ke dada
Tuhan, mengapa harus aku?
Tuhan, maafkan aku
Tuhan, berikan ampunanMu
Tuhan, kembalikan kekuatanku
Dan Tuhan...
Biarkan hujanMu membasahi
Menyentuh dosa-dosa ini
Melarutkan semua perih di hati
Hilang... musnah... bersama hari
(untuk semua Perempuan yang pernah merasakan sakitnya dipaksa, disiksa, dihancurkan oleh Pria yang tak dikenal di suatu malam yang kelam)
Langganan:
Postingan (Atom)
Cinta Bukan Untuk Main-Main
Kemarin ja'o baca de pung status WA "Tidak Pernah Dihargai" Ja'o langsung tertawa Karena, kapan de pernah mengh...