Rabu, 19 Februari 2014

Mataku

Ketika Norton Security Center terbaca Nonton Security Center,
Ketika "Masing siang", terbaca "Masing single"
Ketika Metro TV terbaca Metro Mini ...

Aku butuh kacamata.

Mataku,
Kata Abang mataku ekspresif.
Kataku, mataku butuh kacamata.

Selasa, 18 Februari 2014

Dari Balik Tempurung Kaca

"Jadi aku hanya orang kedua!?"
"Bukan ... kau ... aku ... sulit menjelaskannya."
"Ya, sulit! Karena aku hanya orang kedua!"
"Melati, tolong ..."

-KRES!-

Aduh! Dia menendang, aku mengerang.
Dan aku terguling-guling, lantas pergi lagi ke sana, ke tempatku berlindung.

"Tuang arsenik ini dalam kopinya," bisik seorang perempuan.
"Dia ... kau mau dia mati?"
"Ya! Segera!"

-KRES!-

Kenapa mereka suka menendang-nendang bila marah sedang meraja? Dan aku harus kembali ke sana, ke tempat kuberlindung.

Dua purnama aku meringkuk, lutut tertekuk.
Dua purnama cerita demi cerita tersaji bak panekuk.
Dan aku ingin mati, membebaskan raga dari jiwa yang merasuk.

"Biarkan, Melati, biarkan ..."
"Kenapa dia mati?"

Tolong! Jangan tendang aku!

Tidak, dia tidak sedang dirajai marah. 
Dia sedang bersedih.

"Dia tidak pernah memenuhi janji, bahkan janji menjadikanku perempuan pertama dalam hidupnya!"

...

Namaku Katak,
Mereka bilang, Katak di bawah tempurung
Mereka tidak tahu ...
Dari bawah tempurung ini,
Aku dapat melihat dunia,
Karena tempurungku adalah tempurung kaca.

Jumat, 14 Februari 2014

Cinta

Kalau cinta hanya tentang ...

Kau dan aku,
Romeo dan Juliet,
Adam dan Hawa,
Tuteh dan Ryan Gosling,
Rama dan Shinta,
Layla dan Majnun,
Orlando Bloom dan Tuteh,
Hitler dan Eva Braun,
Atau ... Mr. & Mrs. Smith ...

Maka celakalah dunia!

Cinta itu, seharusnya seperti ...
Upin dan Ipin,
Tangan dan airmata,
Atau ... seperti Orangtua dan anak #eh

*gagal puitis*

Saat Kelud murka ...

Minggu, 09 Februari 2014

Menyulam Rindu

365 hari telah lewat
Kata, kalimat ...
Senyum, tawa ...
Kau alasan perasaan ini hadir

Kupikir kau akan mengatakannya
Lima kali purnama setelah ia ada
Tetapi aku hanya dicambuk harap
Bermimpi tanganmu mendekap

365 hari telah lewat
Bukan waktu sesaat
Memang ...
Aku gamang ...

Rabu, 05 Februari 2014

Karena Saya Merasakannya

Apakah itu isyarat?
Atau ...
Mungkin itu isyarat ...
Pada malam yang riuh tawa
Saya pikir itu isyarat
Karena saya merasakannya.

Kamis, 30 Januari 2014

Catatan Kejam

Malam itu,
Ah ... bukan malam itu,
Tapi pada hari itu,
Kemudian aku menyadarinya.
Ya, pada hari itu.
Aku tegaskan ...

Aku membuat sebuah catatan kejam
Tentang perlakuan orang-orang kejam
Kekejaman mereka lebih tajam dari sembilu
Kau tahu sembilu?
Silet pun takkan sanggup melawan sembilu ...
Karena sembilu menyobek dengan kasat mata.

Mereka, orang-orang kejam yang berbuat kejam sehingga pada hari itu aku membuat sebuah catatan kejam,
Memang seputih salju
Kelihatannya ...
Dan aku terlihat seperti iblis [selip tawa]
Dan memang adanya aku terlihat seperti iblis, atau ibu tiri, atau seseorang yang pantas dibenci.

Satu per satu,
Rencana mereka berhasil.
Menghancurkan dari dalam,
Menarik diam-diam,
Dengan fitnah.
Kejam? Oh, tentu! Itu kejam.

Apakah kekejaman mereka membuatku gentar?
Ah, mereka bukan apa-apa ...
Bertindak dengan keterselubungan ...
Mereka bukan apa-apa, teman [selip tawa]
Karena keterselubungan akan menghasilkan keterselubungan yang lain.
Kau tahu pembunuh? Seperti itu lah. Atau pembohong? Seperti itu lah. Mengangkat derajat setinggi langit, seakan tak ada pula lumur dosa di bibir mereka [selip senyum]

Ketika mereka bertindak kejam,
Maka catatan kejam itu tertoreh ...
Dan catatan itu tak akan lekang ditelan waktu
Di dalam hatiku, catatan itu tertoreh dengan kejam, dalam, bak relief pada sebuah candi bisu.

Dan aku menunggu waktu
Ketika kekejaman mereka melumat habis diri mereka.

Maaf?
Tidak. Aku bukanlah si munafik pemberi maaf di bibir dengan hati menyerapah.
Maaf?
Mungkin ... nanti ... mungkin ... nanti ...

[tertawa lepas]
Catatan kejam,
Memang pantas untuk orang-orang kejam,
Yang bahkan menganggap diri lebih tinggi dari segalanya, lebih putih dari para Nabi, dengan topeng sebaik surga.

Dan, sekali lagi, aku menunggu waktu
Ketika kekejaman mereka melumat habis diri mereka.
Dan dunia membuka mata pada apa yang nampak dan apa yang terselubung.

*sekian catatan kejam :D

Selasa, 28 Januari 2014

I Have a New Energy

Dulu,
Bisa saja onak duri ini menyurutkan langkahku,
Langkah menuju cahaya,
Menuju jalan kebenaran ...

Dulu,
Bisa saja aku menangis, juga meratap(!)
Saat kerikil di hadapan jalanku
Terlalu tajam ... kutakut darahku mengotori alam

Dulu,
Bisa saja aku berteriak marah
Lalu nafasku satu-satu ...
Betapa bodohnya ...

But now I have a new energy
Ya, energi yang meluruhkan semua
Dengan mengucap : Alhamdulillah :)

Cinta Bukan Untuk Main-Main

Kemarin ja'o baca de pung status WA "Tidak Pernah Dihargai" Ja'o langsung tertawa Karena, kapan de pernah mengh...