Rabu, 05 Februari 2014

Karena Saya Merasakannya

Apakah itu isyarat?
Atau ...
Mungkin itu isyarat ...
Pada malam yang riuh tawa
Saya pikir itu isyarat
Karena saya merasakannya.

Kamis, 30 Januari 2014

Catatan Kejam

Malam itu,
Ah ... bukan malam itu,
Tapi pada hari itu,
Kemudian aku menyadarinya.
Ya, pada hari itu.
Aku tegaskan ...

Aku membuat sebuah catatan kejam
Tentang perlakuan orang-orang kejam
Kekejaman mereka lebih tajam dari sembilu
Kau tahu sembilu?
Silet pun takkan sanggup melawan sembilu ...
Karena sembilu menyobek dengan kasat mata.

Mereka, orang-orang kejam yang berbuat kejam sehingga pada hari itu aku membuat sebuah catatan kejam,
Memang seputih salju
Kelihatannya ...
Dan aku terlihat seperti iblis [selip tawa]
Dan memang adanya aku terlihat seperti iblis, atau ibu tiri, atau seseorang yang pantas dibenci.

Satu per satu,
Rencana mereka berhasil.
Menghancurkan dari dalam,
Menarik diam-diam,
Dengan fitnah.
Kejam? Oh, tentu! Itu kejam.

Apakah kekejaman mereka membuatku gentar?
Ah, mereka bukan apa-apa ...
Bertindak dengan keterselubungan ...
Mereka bukan apa-apa, teman [selip tawa]
Karena keterselubungan akan menghasilkan keterselubungan yang lain.
Kau tahu pembunuh? Seperti itu lah. Atau pembohong? Seperti itu lah. Mengangkat derajat setinggi langit, seakan tak ada pula lumur dosa di bibir mereka [selip senyum]

Ketika mereka bertindak kejam,
Maka catatan kejam itu tertoreh ...
Dan catatan itu tak akan lekang ditelan waktu
Di dalam hatiku, catatan itu tertoreh dengan kejam, dalam, bak relief pada sebuah candi bisu.

Dan aku menunggu waktu
Ketika kekejaman mereka melumat habis diri mereka.

Maaf?
Tidak. Aku bukanlah si munafik pemberi maaf di bibir dengan hati menyerapah.
Maaf?
Mungkin ... nanti ... mungkin ... nanti ...

[tertawa lepas]
Catatan kejam,
Memang pantas untuk orang-orang kejam,
Yang bahkan menganggap diri lebih tinggi dari segalanya, lebih putih dari para Nabi, dengan topeng sebaik surga.

Dan, sekali lagi, aku menunggu waktu
Ketika kekejaman mereka melumat habis diri mereka.
Dan dunia membuka mata pada apa yang nampak dan apa yang terselubung.

*sekian catatan kejam :D

Selasa, 28 Januari 2014

I Have a New Energy

Dulu,
Bisa saja onak duri ini menyurutkan langkahku,
Langkah menuju cahaya,
Menuju jalan kebenaran ...

Dulu,
Bisa saja aku menangis, juga meratap(!)
Saat kerikil di hadapan jalanku
Terlalu tajam ... kutakut darahku mengotori alam

Dulu,
Bisa saja aku berteriak marah
Lalu nafasku satu-satu ...
Betapa bodohnya ...

But now I have a new energy
Ya, energi yang meluruhkan semua
Dengan mengucap : Alhamdulillah :)

Selasa, 07 Januari 2014

Lidah

Lidahku,
Sudah terbiasa melakukannya
Bertahun-tahun, berjilid-jilid.

Lidah mereka,
Begitu aneh terdengar di kuping
...
Aneh!
Itu saja.

Minggu, 29 Desember 2013

Tiga Empat

Memaknai kamu dalam hidupku,
Wahai usia.

Berapa kah kamu sekarang?
Apakah itu penting?
Sebanding kah dengan apa yang sudah terjadi selama angka itu?
Oh ... ya ... mungkin.

Tiga empat,
Sudah ...
Mari kembali menata segalanya.

Jumat, 20 Desember 2013

Reformasi Hidup

Suatu hari seorang tua bertanya padaku,
Tentang dia yang kemudian menghilang.
Aku menjawabinya dengan senyum,
"Kita butuh reformasi hidup, Tua ..."

Kemudian seorang tua itu tercenung
Mungkin juga kepalanya tercenut-cenut
Pusing kepalanya mendengar jawabanku
Aneh ... desisnya.

Apalah yang bisa si Tua pahami?
Mungkin ia telah pahami begitu banyak perkara
Tetapi yang satu ini,
Cukup rumit untuk ditelaah oleh serat-serat uban dalam otaknya

Bahwa kita mungkin sanggup melakukan keajaiban,
Atau melakukan kemunafikan,
Atau juga melakukan kejujuran dengan berani,
Hanya karena kita menganggap dia yang kemudian menghilang itu sebagai saudara.

Ya, hanya itu ...

Sayangnya, dia yang kuanggap saudara
Mengganggapku sebagai manusia yang suka sewot
Menyampuri urusannya ...
Dan marahlah aku.

Tidak kah dia pikir aku mungkin tak akan sewot bila tak mau namanya tercoreng?
Panas kupingku mendengar orang-orang,
Betapa mereka menertawainya!
Aku sewot padanya, bukan pada orang-orang yang menertawainya
Karena, sekali lagi, dia lah yang kuanggap saudara, bukan orang-orang itu ...

Ah, sudahlah.
Sudah terjadi ... tetapi aku berani karena kejujuran adalah keberanian.
"Kita butuh reformasi hidup, Muda ... kau benar"
Ah! Si Tua sudah paham rupanya ...

Minggu, 01 Desember 2013

Welcome December!

This is our December
Cheers, love, smile, happy
Because December always give us a new energy
To facing life ...
Reborn ...

Welcome December,
Our December!

Cinta Bukan Untuk Main-Main

Kemarin ja'o baca de pung status WA "Tidak Pernah Dihargai" Ja'o langsung tertawa Karena, kapan de pernah mengh...