!@#$%^&*()!!!
Apa kalian tidak paham?
Ini sudah malam!
Suara kalian seperti tomat masam!
Tolong redam!
Senin, 11 Maret 2013
Jumat, 01 Maret 2013
Tentang Aku
Tentang aku yang melupakan kau
Untuk pergi dengan sisa-sisa kenangan
Tentang aku yang merindukan kau
Dengan sisa-sisa kenangan yang buram
Masih, tentang aku ...
Kaca-kaca itu begitu kotor dan bau
Masih tentang aku yang terhempas
Kusen-kusen itu menertawai, meledak
Sehabis itu, aku tidak mau meraung
Apa guna?
Memerdekakan diri dari kenangan buram
Sebaiknya begitu ...
Untuk pergi dengan sisa-sisa kenangan
Tentang aku yang merindukan kau
Dengan sisa-sisa kenangan yang buram
Masih, tentang aku ...
Kaca-kaca itu begitu kotor dan bau
Masih tentang aku yang terhempas
Kusen-kusen itu menertawai, meledak
Sehabis itu, aku tidak mau meraung
Apa guna?
Memerdekakan diri dari kenangan buram
Sebaiknya begitu ...
Kamis, 28 Februari 2013
Touching Earth
Bila kita ...
Ah, sebenarnya tidak ada kata : kita
Yang ada hanya kau dan aku
Sejak semula aku bermimpi semu
Menyenangkan ketika akal kembali menyentuh bumi
Bagiku, logis dan masuk akal ketika aku selesai membaca gejala
Tapi tak kupungikiri telah menikmati sensasi melayang di angkasa
Ketika aku berharap itu terjadi ... itu terjadi ... dan itu tidak terjadi
Bila kita ...
Boleh lah aku berandai-andai saat akalku menyentuh bumi
Bila kita dipersatukan Tuhan pun rasanya aku tak akan sanggup
Bukan karena perbedaan melainkan karena perasaan
1/4 liter darahku menyebut nama kau
Selebihnya memberontak, menyeret akal kembali ke bumi
Akhir Februari yang pasti,
Sepasti esok akan datang tanggal 1 Maret.
Kau,
Terima kasih :)
Ah, sebenarnya tidak ada kata : kita
Yang ada hanya kau dan aku
Sejak semula aku bermimpi semu
Menyenangkan ketika akal kembali menyentuh bumi
Bagiku, logis dan masuk akal ketika aku selesai membaca gejala
Tapi tak kupungikiri telah menikmati sensasi melayang di angkasa
Ketika aku berharap itu terjadi ... itu terjadi ... dan itu tidak terjadi
Bila kita ...
Boleh lah aku berandai-andai saat akalku menyentuh bumi
Bila kita dipersatukan Tuhan pun rasanya aku tak akan sanggup
Bukan karena perbedaan melainkan karena perasaan
1/4 liter darahku menyebut nama kau
Selebihnya memberontak, menyeret akal kembali ke bumi
Akhir Februari yang pasti,
Sepasti esok akan datang tanggal 1 Maret.
Kau,
Terima kasih :)
Rabu, 27 Februari 2013
Lupa
Aku lupa tentang dia
Jadinya kutelusuri saja sendiri semuanya
Lantas ada yang menganga
Memorinya ...
Jadi,
Kupikir harus kutinggalkan
Jalanan padat kendaraan
Kau, dia, semuanya
Kemudian aku merasa bebas :)
*masih tersenyum untuk hal-hal gila dan aneh*
Jadinya kutelusuri saja sendiri semuanya
Lantas ada yang menganga
Memorinya ...
Jadi,
Kupikir harus kutinggalkan
Jalanan padat kendaraan
Kau, dia, semuanya
Kemudian aku merasa bebas :)
*masih tersenyum untuk hal-hal gila dan aneh*
Senin, 25 Februari 2013
Rusty
Hari ini Rusty datang,
Hembusannya seperti berasal dari mulut raksasa.
Apa-apa yang disukai maupun tidak, terbang, melayang.
Orang-orang berteriak : Rusty kejam!
Tetapi Rusty tidak mendengar. Ia juga buta.
Saat Rusty datang aku mengingat kau.
Keping tawamu masih menyisa di ujung memori.
Kenapa aku selalu merindui tawamu?
Kenapa bukan senyummu?
Bukankah senyum lebih terkesan romantis?
Mungkin karena terlalu banyak manusia yang menggunakan kata : senyum.
Rinduku pada tawamu seumpama Rusty.
Juga seumpama anjing menyalak-nyalak, selalu menyalak tetapi tak jelas untuk siapa.
Rinduku pada tawamu sepertinya harus kubungkam,
Karena kau masih menyintai dia yang lain.
Aku seakan tidak berada di hadapanmu.
Masih, sampai hari ini, aku bertanya-tanya,
"Apakah ini karena dosa menyukaimu sehingga aku terhempas-hempas laksana sampan?"
Sebagian orang berfalsafah tentang dosa...
Dosa ketika kita menodai persahabatan.
Orang-orang itu ... apakah pernah membaca kalimat yang kutulis? Cinta akan tetap terasa manis meskipun datang pada saat yang salah dan saat kita berpikir orang itu bukan orang yang tepat.
Astaga ...
Dan aku meracau terlalu berani ...
Hembusannya seperti berasal dari mulut raksasa.
Apa-apa yang disukai maupun tidak, terbang, melayang.
Orang-orang berteriak : Rusty kejam!
Tetapi Rusty tidak mendengar. Ia juga buta.
Saat Rusty datang aku mengingat kau.
Keping tawamu masih menyisa di ujung memori.
Kenapa aku selalu merindui tawamu?
Kenapa bukan senyummu?
Bukankah senyum lebih terkesan romantis?
Mungkin karena terlalu banyak manusia yang menggunakan kata : senyum.
Rinduku pada tawamu seumpama Rusty.
Juga seumpama anjing menyalak-nyalak, selalu menyalak tetapi tak jelas untuk siapa.
Rinduku pada tawamu sepertinya harus kubungkam,
Karena kau masih menyintai dia yang lain.
Aku seakan tidak berada di hadapanmu.
Masih, sampai hari ini, aku bertanya-tanya,
"Apakah ini karena dosa menyukaimu sehingga aku terhempas-hempas laksana sampan?"
Sebagian orang berfalsafah tentang dosa...
Dosa ketika kita menodai persahabatan.
Orang-orang itu ... apakah pernah membaca kalimat yang kutulis? Cinta akan tetap terasa manis meskipun datang pada saat yang salah dan saat kita berpikir orang itu bukan orang yang tepat.
Astaga ...
Dan aku meracau terlalu berani ...
Minggu, 24 Februari 2013
Hujan
Mendung memang tidak punya sayap, tapi ia akan terbang melalui hujan.
Langit memang tidak akan berbincang dengan tanah, tapi ia akan menyampaikan pesan Dewa Petir melalui hujan.
Lantas bagaimana hujan sendiri? Ia hanyalah pembawa pesan yang dirutuki ketika datang saat manusia berseragam hendak menghormati upacara bendera di suatu pagi.
Dan kita masih berharap pada para pembawa pesan hingga liang itu menganga.
Langit memang tidak akan berbincang dengan tanah, tapi ia akan menyampaikan pesan Dewa Petir melalui hujan.
Lantas bagaimana hujan sendiri? Ia hanyalah pembawa pesan yang dirutuki ketika datang saat manusia berseragam hendak menghormati upacara bendera di suatu pagi.
Dan kita masih berharap pada para pembawa pesan hingga liang itu menganga.
Jumat, 22 Februari 2013
Kutinggalkan Kau
Sabarku telah hilang,
Saat kau menyebutku : jalang!
Marah melayang-layang!
Setega itu kau memandang,
Padahal belum juga kau kuundang.
Dini hari adzan berkumandang,
Otakku meradang ...
Saat kau menyebutku : jalang!
Marah melayang-layang!
Setega itu kau memandang,
Padahal belum juga kau kuundang.
Dini hari adzan berkumandang,
Otakku meradang ...
Langganan:
Postingan (Atom)
Cinta Bukan Untuk Main-Main
Kemarin ja'o baca de pung status WA "Tidak Pernah Dihargai" Ja'o langsung tertawa Karena, kapan de pernah mengh...