Mendung memang tidak punya sayap, tapi ia akan terbang melalui hujan.
Langit memang tidak akan berbincang dengan tanah, tapi ia akan menyampaikan pesan Dewa Petir melalui hujan.
Lantas bagaimana hujan sendiri? Ia hanyalah pembawa pesan yang dirutuki ketika datang saat manusia berseragam hendak menghormati upacara bendera di suatu pagi.
Dan kita masih berharap pada para pembawa pesan hingga liang itu menganga.
Minggu, 24 Februari 2013
Jumat, 22 Februari 2013
Kutinggalkan Kau
Sabarku telah hilang,
Saat kau menyebutku : jalang!
Marah melayang-layang!
Setega itu kau memandang,
Padahal belum juga kau kuundang.
Dini hari adzan berkumandang,
Otakku meradang ...
Saat kau menyebutku : jalang!
Marah melayang-layang!
Setega itu kau memandang,
Padahal belum juga kau kuundang.
Dini hari adzan berkumandang,
Otakku meradang ...
Kamis, 21 Februari 2013
Pipi Arbei
Kata orang pipiku seperti buah arbei.
Rasa sanggup menghadirkan cetak arbei di pipiku.
Kusyukuri ketidaktahuan mereka, juga kau,
Setiap ada kau, pipiku bersemu seperti arbei.
Rasa sanggup menghadirkan cetak arbei di pipiku.
Kusyukuri ketidaktahuan mereka, juga kau,
Setiap ada kau, pipiku bersemu seperti arbei.
Selasa, 19 Februari 2013
Tulangku Sakit Bila Mengingatmu
Sakit.
Rindu menyakitkan semua tulang.
Aku ingin memintamu datang,
Untuk kita bercerita tentang petang,
Untuk tawaku yang gamang.
Rindu menyakitkan semua tulang.
Aku ingin memintamu datang,
Untuk kita bercerita tentang petang,
Untuk tawaku yang gamang.
Senin, 18 Februari 2013
New Oxygen
Kau oksigen.
Lagi, oksigen yang baru.
Bagiku.
Sebenarnya aku tidak perlu mencari.
Kau selalu ada.
Pasti.
Sebenarnya kau masih mencari.
Aku tidak selalu ada.
Pasti.
Tapi kau adalah oksigenku.
Yang baru.
Yang selalu ada.
Yang mencerahkan kuning saat temaram.
Aku cinta kau.
Tapi kau tak mendengar.
Lagi, oksigen yang baru.
Bagiku.
Sebenarnya aku tidak perlu mencari.
Kau selalu ada.
Pasti.
Sebenarnya kau masih mencari.
Aku tidak selalu ada.
Pasti.
Tapi kau adalah oksigenku.
Yang baru.
Yang selalu ada.
Yang mencerahkan kuning saat temaram.
Aku cinta kau.
Tapi kau tak mendengar.
Sabtu, 09 Februari 2013
Sebab Kita Manusia
Pikiranku tidak pernah selesai
Apa yang kupikir
Apa yang kuimpi
Apa yang kuharap
Tidak pernah selesai!
Sebab kita manusia ...
Suara itu kudengar.
SEBAB KITA MANUSIA!
Ketika berpikir, bermimpi dan berharap,
Itu karena kita manusia.
Kupikir ini akan menjadi kewajaran.
*kadang berharap terlalu banyak akan membunuh harapan itu sendiri... itu yang kutakutkan sejak merasakan sesuatu yang aneh di dalam jiwaku ketika melihatmu.
Apa yang kupikir
Apa yang kuimpi
Apa yang kuharap
Tidak pernah selesai!
Sebab kita manusia ...
Suara itu kudengar.
SEBAB KITA MANUSIA!
Ketika berpikir, bermimpi dan berharap,
Itu karena kita manusia.
Kupikir ini akan menjadi kewajaran.
*kadang berharap terlalu banyak akan membunuh harapan itu sendiri... itu yang kutakutkan sejak merasakan sesuatu yang aneh di dalam jiwaku ketika melihatmu.
Senin, 04 Februari 2013
Screaming The Void
Kalau aku boleh bicara,
Tapi ... bolehkah?
Kuijinkan diriku sendiri untuk bicara.
Masih, tentang cinta.
Musykil dibicarakan saat tengah hari,
Tapi ... boleh kan?
Selama matahari masih ada di sana.
Aku takut untuk mengakui,
Tetapi sudah kuakui.
Benihnya menggeliat mencari hari
Benihnya menggeliat menuju hati
Hatimu ...
Cinta memang misterius.
Ketika rindu mulai memainkan rinai hujan,
Aku dan semua sendiku tertahan.
Ini bukan dosa,
Kuyakinkan diri!
Tapi ini juga bukan jalanku...
Jurang itu akan tetap menganga.
Tapi ... bolehkah?
Kuijinkan diriku sendiri untuk bicara.
Masih, tentang cinta.
Musykil dibicarakan saat tengah hari,
Tapi ... boleh kan?
Selama matahari masih ada di sana.
Aku takut untuk mengakui,
Tetapi sudah kuakui.
Benihnya menggeliat mencari hari
Benihnya menggeliat menuju hati
Hatimu ...
Cinta memang misterius.
Ketika rindu mulai memainkan rinai hujan,
Aku dan semua sendiku tertahan.
Ini bukan dosa,
Kuyakinkan diri!
Tapi ini juga bukan jalanku...
Jurang itu akan tetap menganga.
Langganan:
Postingan (Atom)
Cinta Bukan Untuk Main-Main
Kemarin ja'o baca de pung status WA "Tidak Pernah Dihargai" Ja'o langsung tertawa Karena, kapan de pernah mengh...