Lilin kecil,
Suram di antara gemerlapnya lampu
Lilin kecil,
Tak nampak diantara ilalang
Lilin kecil,
Hilang tertiup angin
Namun...
Lilin kecil,
Adalah penerang kala gelap
Adalah penunjuk jalan kala sesat
Adalah pembimbing kala kalut
Adalah segalanya yang aku butuhkan dalam hidup ini
Lilin kecil,
Tetaplah bersamaku..
Rayakan Natal ini..
Dalam damai hati yang ikhlas dan bahagia
Senin, 19 Desember 2005
Kamis, 08 Desember 2005
Tidak Lagi Mencinta
Kurenda sendiri dalam jaring kesepian
Menemani surya mengukir hari
Dan bulan melukis malam
Melintasi lorong waktu tanpa henti
Kasih,
Bila masih cinta itu untukku
Mengapa kau hempaskan aku
Ke dalam onak duri bernama kecewa?
Aku tak mau mendengar kata terucap lagi
Cukup sudah aku menjadi korbanmu
Yang selalu menerima semua perlakuanmu,
Perlakuan yang sangat tidak adil untukku
Saat ini, aku sedang mengobati luka hati
Menjauh darimu dan melupakan cintamu
Cinta yang sakit dan tidak pantas kupertahankan
Akan kubiarkan kau berpetualang,
Mencari cinta yang kau inginkan...
Tentu saja cinta itu tidak dariku
Menemani surya mengukir hari
Dan bulan melukis malam
Melintasi lorong waktu tanpa henti
Kasih,
Bila masih cinta itu untukku
Mengapa kau hempaskan aku
Ke dalam onak duri bernama kecewa?
Aku tak mau mendengar kata terucap lagi
Cukup sudah aku menjadi korbanmu
Yang selalu menerima semua perlakuanmu,
Perlakuan yang sangat tidak adil untukku
Saat ini, aku sedang mengobati luka hati
Menjauh darimu dan melupakan cintamu
Cinta yang sakit dan tidak pantas kupertahankan
Akan kubiarkan kau berpetualang,
Mencari cinta yang kau inginkan...
Tentu saja cinta itu tidak dariku
Kamis, 24 November 2005
Maafkan Aku
Maaf,
Bukannya mata telah buta
Bukannya telinga telah tuli
Bukannya mulut telah bisu
Bukannya rasa telah mati
Maaf,
Aku tak bisa melihatmu
Sebagai sosok yang harus kupuja
Karena mataku
Telah melihat Kejora
Maaf,
Aku tak bisa mendengarmu
Atas kalimat indah penghibur kalbu
Karena telingaku
Lebih suka mendengar Kejora
Maaf,
Aku tak bisa menjawab tanyamu
Untuk cinta yang kau tawarkan
Karena mulutku
Telah berkata sayang untuk Kejora
Maaf,
Aku tak bisa mencintai pun membalas kasihmu
Apalagi menjadi bagian hidupmu
Karena rasa ini, cinta, sayang, kasih..
Semua telah kuberikan pada Kejora
Maafkan aku!!
Bukannya mata telah buta
Bukannya telinga telah tuli
Bukannya mulut telah bisu
Bukannya rasa telah mati
Maaf,
Aku tak bisa melihatmu
Sebagai sosok yang harus kupuja
Karena mataku
Telah melihat Kejora
Maaf,
Aku tak bisa mendengarmu
Atas kalimat indah penghibur kalbu
Karena telingaku
Lebih suka mendengar Kejora
Maaf,
Aku tak bisa menjawab tanyamu
Untuk cinta yang kau tawarkan
Karena mulutku
Telah berkata sayang untuk Kejora
Maaf,
Aku tak bisa mencintai pun membalas kasihmu
Apalagi menjadi bagian hidupmu
Karena rasa ini, cinta, sayang, kasih..
Semua telah kuberikan pada Kejora
Maafkan aku!!
Jumat, 18 November 2005
Pada Angin Kutitipkan Rindu
Kamu, aku menyukaimu...
Pada angin kutitipkan rindu
Yang menyesak di kalbu
Berdendang dan bertalu-talu
Kamu, aku menginginkanmu...
Pada angin kutitipkan rindu
Agar kau tau aku tersiksa galau
Berputar dalam hampa berdebu
Kamu, aku mencintaimu...
Meski aku tahu kau bukan untukku
Telah ada dia yang kau rindu
Dan aku terpuruk dalam bayang semu
Kamu, aku mengharapkanmu...
Aku tahu semua rasa ini adalah tabu
Tak mungkin aku dan kamu bercumbu
Karena DIA, telah menjadi pujaan asmaramu
Kamu, aku memujamu...
Biarlah rasa ini tetap meracau
Dalam hati sepi berbalut haru
Aku tau kau bukan untukku
Namun biarlah kusimpan bayang dirimu
Hanya di dalam hati yang terus merindu
Pada angin kutitipkan rindu
Yang menyesak di kalbu
Berdendang dan bertalu-talu
Kamu, aku menginginkanmu...
Pada angin kutitipkan rindu
Agar kau tau aku tersiksa galau
Berputar dalam hampa berdebu
Kamu, aku mencintaimu...
Meski aku tahu kau bukan untukku
Telah ada dia yang kau rindu
Dan aku terpuruk dalam bayang semu
Kamu, aku mengharapkanmu...
Aku tahu semua rasa ini adalah tabu
Tak mungkin aku dan kamu bercumbu
Karena DIA, telah menjadi pujaan asmaramu
Kamu, aku memujamu...
Biarlah rasa ini tetap meracau
Dalam hati sepi berbalut haru
Aku tau kau bukan untukku
Namun biarlah kusimpan bayang dirimu
Hanya di dalam hati yang terus merindu
Selasa, 07 Juni 2005
disana aku menatapmu
kaki langit memerah
hiasi perginya sang terang
disana aku menatapmu
bayang kasih rindu damba
bila ada rindu darimu
untukku...
lihat lah kaki langit yang memerah
yang menghiasi perginya terang
disana aku sedang menatapmu
bayang kasih ku padamu
mas, :)
hiasi perginya sang terang
disana aku menatapmu
bayang kasih rindu damba
bila ada rindu darimu
untukku...
lihat lah kaki langit yang memerah
yang menghiasi perginya terang
disana aku sedang menatapmu
bayang kasih ku padamu
mas, :)
Sabtu, 04 Juni 2005
boleh tak??
jujur,
bila boleh memilih
aku tak ingin peristiwa itu terjadi
... menjauhkan kita
dalam bisu dan angkuh hati
... menjauhkan kita
dalam takut merantai-ku
jujur,
aku ingin seperti yang dulu
saat semua ego dan angkuh
kulepaskan...
boleh tak, mas?
:)
bila boleh memilih
aku tak ingin peristiwa itu terjadi
... menjauhkan kita
dalam bisu dan angkuh hati
... menjauhkan kita
dalam takut merantai-ku
jujur,
aku ingin seperti yang dulu
saat semua ego dan angkuh
kulepaskan...
boleh tak, mas?
:)
dahaga
sirami aku dengan air cintamu
menyentuh ujung rambut
mengalir ke ujung kuku
menyentuh bibir
terkecap indah
sampai ke dasar hati
sirami aku dengan air kasihmu
menyentuh relung hati berliku
berkelok tak tentu arah
namun air.. akan terus mengalir
menuju muara.. untuk kita
mau kah mas?
:)
menyentuh ujung rambut
mengalir ke ujung kuku
menyentuh bibir
terkecap indah
sampai ke dasar hati
sirami aku dengan air kasihmu
menyentuh relung hati berliku
berkelok tak tentu arah
namun air.. akan terus mengalir
menuju muara.. untuk kita
mau kah mas?
:)
Langganan:
Postingan (Atom)
Cinta Bukan Untuk Main-Main
Kemarin ja'o baca de pung status WA "Tidak Pernah Dihargai" Ja'o langsung tertawa Karena, kapan de pernah mengh...