Untukmu
Surat ini kutitipkan untukmu
Yang terbaring tak bernyawa
Di tumpukan onggokan daging
Yang telah membusuk dan bau
Keterpurukan yang sekarang
Merupakan kejayaan di masa datang
Sabar dan Tabah,..
Ujian yang diberikan Tuhan
Tertulis dengan tinta darah ini
Semoga tak terulang kembali
Namun sejarah dari daging busuk
Tetap membuat kamu, aku, mereka
Menangis,..
[I cry for Aceh]
Kamis, 06 Januari 2005
Selasa, 24 Agustus 2004
-:- terjerat rasa -:-
Aku masih menginginkanmu,..
Pada setiap tatapan bola matamu,..
Pada senyum manismu yang lugu,..
Pada desahan dan rintihan yang penuh nafsu,..
Pada luapan emosi dan tuntutan untuk bersatu,..
Kemudian setelah kau pergi,..
Tinggalkan aku dalam sepi,..
Menangis ditemani rajutan memori,..
Ternyata kusadari aku tak bisa sendiri,..
Tanpa nafas cinta mu disini untuk menemani,..
Aku telah terjerat olehmu dalam sejuta rasa,..
Yang semuanya terjadi karenanya,..
Ingin lepas namun tak kuasa,..
Jaring-jaring asmara menyelimuti sukma,..
Memberontak namun berakhir pada sia-sia,..
Terjerat rasa yang tak bisa ku lepas,..
Tebang tinggih lalu terhempas,..
Tanpa daya untuk terbebas,..
Meski rintihan kebebasan memelas,..
Masih juga aku tersiksa dalam rasa tanpa terbalas,..
Lalu dalam kesendirian ini yang terluka,..
Akan kucoba untuk bangkit dari duka,..
Agar jerat rasa ini dapat terbuka,..
Kemudian seluruh jiwa berteriak merdeka,..
Keluar dari lingkaran jerat rasa yang merana,..
tuteh--
Aku masih menginginkanmu,..
Pada setiap tatapan bola matamu,..
Pada senyum manismu yang lugu,..
Pada desahan dan rintihan yang penuh nafsu,..
Pada luapan emosi dan tuntutan untuk bersatu,..
Kemudian setelah kau pergi,..
Tinggalkan aku dalam sepi,..
Menangis ditemani rajutan memori,..
Ternyata kusadari aku tak bisa sendiri,..
Tanpa nafas cinta mu disini untuk menemani,..
Aku telah terjerat olehmu dalam sejuta rasa,..
Yang semuanya terjadi karenanya,..
Ingin lepas namun tak kuasa,..
Jaring-jaring asmara menyelimuti sukma,..
Memberontak namun berakhir pada sia-sia,..
Terjerat rasa yang tak bisa ku lepas,..
Tebang tinggih lalu terhempas,..
Tanpa daya untuk terbebas,..
Meski rintihan kebebasan memelas,..
Masih juga aku tersiksa dalam rasa tanpa terbalas,..
Lalu dalam kesendirian ini yang terluka,..
Akan kucoba untuk bangkit dari duka,..
Agar jerat rasa ini dapat terbuka,..
Kemudian seluruh jiwa berteriak merdeka,..
Keluar dari lingkaran jerat rasa yang merana,..
tuteh--
Kamis, 19 Agustus 2004
-:- pertama -:-
Bila ini betul cinta,..
Inilah terindah yang kurasa,..
Dalam tatapan aku terpana,..
Menembusi jaring hati dan asa,..
Mengalir hangat gelora,..
Semburat harap agar dia kupunya,..
Agar terus dapat berjumpa,..
Menumpahkan rindu penuh bara,..
Mereguk puas manisnya rasa,..
Yang pertama kali menemani nada,..
Cinta dan bahagia,..
Ini cinta pertama,..
Ingin terus rasa ini kupunya,..
Tak rela melepas bahagia dan indahnya,..
Kesadaran lalu datang membahana,..
Tak mungkin dia kupunya,..
Namun ini yang pertama,..
Pertama tetaplah seperti ini rasanya,..
Pertama tetaplah yang pertama,..
tuteh--
Bila ini betul cinta,..
Inilah terindah yang kurasa,..
Dalam tatapan aku terpana,..
Menembusi jaring hati dan asa,..
Mengalir hangat gelora,..
Semburat harap agar dia kupunya,..
Agar terus dapat berjumpa,..
Menumpahkan rindu penuh bara,..
Mereguk puas manisnya rasa,..
Yang pertama kali menemani nada,..
Cinta dan bahagia,..
Ini cinta pertama,..
Ingin terus rasa ini kupunya,..
Tak rela melepas bahagia dan indahnya,..
Kesadaran lalu datang membahana,..
Tak mungkin dia kupunya,..
Namun ini yang pertama,..
Pertama tetaplah seperti ini rasanya,..
Pertama tetaplah yang pertama,..
tuteh--
Selasa, 17 Agustus 2004
-:- gerimis maya -:-
by : Ari CoLd_PLay (my friend from Undernet)
Kita belum berjumpa…
Walau tak henti menulis kata…
Masih setia jejari berusaha…
Menyusun kata di dunia maya…
Berbicara tanpa suara…
Membelai mesra tanpa rasa…
Samar terdengar bisikan bidadari cinta…
Bagai gerimis hujan dipagi buta…
Membelai lembut menusuk sukma…
Tubuh jatuh dalam buaian maya…
Bergejolak hati menyambut cinta…
Kita belum berjumpa…
Tetes gerimis belum reda…
Dingin pagi memeluk mesra…
Siapa gerangan di ujung sana…
Bernama tanpa wajah…
Berwajah tanpa suara…
Kita belum berjumpa…
Kutitipkan kata didunia maya…
Bahagiakan dia dikehidupan nyata…
Lindungi dia di damainya cinta…
Kita belum berjumpa…
Dan mungkin takkan pernah berjumpa…
by : Ari CoLd_PLay (my friend from Undernet)
Kita belum berjumpa…
Walau tak henti menulis kata…
Masih setia jejari berusaha…
Menyusun kata di dunia maya…
Berbicara tanpa suara…
Membelai mesra tanpa rasa…
Samar terdengar bisikan bidadari cinta…
Bagai gerimis hujan dipagi buta…
Membelai lembut menusuk sukma…
Tubuh jatuh dalam buaian maya…
Bergejolak hati menyambut cinta…
Kita belum berjumpa…
Tetes gerimis belum reda…
Dingin pagi memeluk mesra…
Siapa gerangan di ujung sana…
Bernama tanpa wajah…
Berwajah tanpa suara…
Kita belum berjumpa…
Kutitipkan kata didunia maya…
Bahagiakan dia dikehidupan nyata…
Lindungi dia di damainya cinta…
Kita belum berjumpa…
Dan mungkin takkan pernah berjumpa…
Jumat, 13 Agustus 2004
-:- tuan, ampuni hamba -:-
Duhai tuan,..
Hamba mohon ampun,..
Telah lancang miliki impian,..
Tuk miliki wajah nan rupawan,..
Yang hanya ada pada tuan,..
Wahai tuan,..
Hamba mohon tuntun,..
Keluar dari himpitan angan,..
Lalu terbang menjemput awan,..
Untuk sadari kita tak sepadan,..
Duhai tuan,..
Hamba mohon ijin,..
Berilah satu kesempatan,..
Untuk memberi tiga kecupan,..
Pada kening, bibir dan pipi tuan,..
Seribu terima kasih akan menjadi jamuan,..
Akan pergilah hamba kemudian,..
tuteh--
Duhai tuan,..
Hamba mohon ampun,..
Telah lancang miliki impian,..
Tuk miliki wajah nan rupawan,..
Yang hanya ada pada tuan,..
Wahai tuan,..
Hamba mohon tuntun,..
Keluar dari himpitan angan,..
Lalu terbang menjemput awan,..
Untuk sadari kita tak sepadan,..
Duhai tuan,..
Hamba mohon ijin,..
Berilah satu kesempatan,..
Untuk memberi tiga kecupan,..
Pada kening, bibir dan pipi tuan,..
Seribu terima kasih akan menjadi jamuan,..
Akan pergilah hamba kemudian,..
tuteh--
Sabtu, 31 Juli 2004
-:- setia -:-
Teruslah masa berlalu,..
Berputar melingkari waktu,..
Mengelilingi asa nan buntu,..
Dalam penantian semu,..
Dimana adanya dirimu,..
Tak ditemui dalam rindu,..
Tiada jawab pun membantu,..
Suara hati menjadi bisu,..
Di kesendirian untuk menunggu,..
Hujan dan terik saling berpacu,..
Musim berganti tanpa tau,..
Sampai kapan aku menunggu,..
Ada yang terpastikan olehku,..
Setia itu,..
Aku akan terus disini untukmu,..
Memegang janji dan sumpah itu,..
Untuk sebuah setia tak tentu,..
Masih lah aku menunggu,..
tuteh--
Teruslah masa berlalu,..
Berputar melingkari waktu,..
Mengelilingi asa nan buntu,..
Dalam penantian semu,..
Dimana adanya dirimu,..
Tak ditemui dalam rindu,..
Tiada jawab pun membantu,..
Suara hati menjadi bisu,..
Di kesendirian untuk menunggu,..
Hujan dan terik saling berpacu,..
Musim berganti tanpa tau,..
Sampai kapan aku menunggu,..
Ada yang terpastikan olehku,..
Setia itu,..
Aku akan terus disini untukmu,..
Memegang janji dan sumpah itu,..
Untuk sebuah setia tak tentu,..
Masih lah aku menunggu,..
tuteh--
Rabu, 28 Juli 2004
-:- you are my hero -:-
Hero,..
Kamu kupanggil hero karena kamu adalah hero
Sosok yang ku kagumi dan ku banggakan
Lalu menjadi cinta yang ku kejar tanpa terraih
Hero,..
Di dalam candamu, aku memetik cinta
Mencoba membuatmu mengerti akan cinta
Yang telah tumbuh dengan liar nya di hati ini
Hero,..
Di dalam perhatianmu, aku menggapai kasih
Mencoba mengerti akan arti mengasihi
Mengasihimu dengan caraku sendiri
Hero,..
Di dalam perlindunganmu yang tak nyata
Aku menemui kekuatan baru yang berkobar
Mengajarkanku untuk berpikir secara bijaksana
Hero,..
Di dalam kepintaranmu aku terkagum-kagum
Semua tanyaku, resahku, gundahku dan galauku
Dapat kamu jawab,.. arif dan membuatku mengerti
Hero,..
Maafkan untuk perasaan yang telah bersemi ini
Datang tanpa ku undang dan telah menguasai kerajaan hati
Sampai-sampai aku tak sanggup mencoba cinta yang lain
Hero,..
Aku tak memaksamu untuk mencintaiku
Karena aku bahagia dengan perasaanku sendiri
Mengerti arti cinta,.. Cinta yang tulus
Hero,..
Saat ini hidupku terasa lengkap sudah
Tanpa perlu kamu lengkapi dengan cintamu
Cukup dengan rasaku sendiri,.. nurani berbicara
Hero,..
Kamu akan selalu menjadi hero ku
Meskipun niatmu hanya lah untuk mempermainkanku
Karena .. ada cinta .. ada bahagia .. tak perlu yang lain
Hero,..
Aku cinta padamu
Aku sayang padamu
Aku mengasihimu
Pancaran hatiku, biarlah aku sendiri yang tau
Hero,..
Kamu kupanggil hero karena kamu adalah hero
Sosok yang ku kagumi dan ku banggakan
Lalu menjadi cinta yang ku kejar tanpa terraih
Hero,..
Di dalam candamu, aku memetik cinta
Mencoba membuatmu mengerti akan cinta
Yang telah tumbuh dengan liar nya di hati ini
Hero,..
Di dalam perhatianmu, aku menggapai kasih
Mencoba mengerti akan arti mengasihi
Mengasihimu dengan caraku sendiri
Hero,..
Di dalam perlindunganmu yang tak nyata
Aku menemui kekuatan baru yang berkobar
Mengajarkanku untuk berpikir secara bijaksana
Hero,..
Di dalam kepintaranmu aku terkagum-kagum
Semua tanyaku, resahku, gundahku dan galauku
Dapat kamu jawab,.. arif dan membuatku mengerti
Hero,..
Maafkan untuk perasaan yang telah bersemi ini
Datang tanpa ku undang dan telah menguasai kerajaan hati
Sampai-sampai aku tak sanggup mencoba cinta yang lain
Hero,..
Aku tak memaksamu untuk mencintaiku
Karena aku bahagia dengan perasaanku sendiri
Mengerti arti cinta,.. Cinta yang tulus
Hero,..
Saat ini hidupku terasa lengkap sudah
Tanpa perlu kamu lengkapi dengan cintamu
Cukup dengan rasaku sendiri,.. nurani berbicara
Hero,..
Kamu akan selalu menjadi hero ku
Meskipun niatmu hanya lah untuk mempermainkanku
Karena .. ada cinta .. ada bahagia .. tak perlu yang lain
Hero,..
Aku cinta padamu
Aku sayang padamu
Aku mengasihimu
Pancaran hatiku, biarlah aku sendiri yang tau
Langganan:
Postingan (Atom)
Cinta Bukan Untuk Main-Main
Kemarin ja'o baca de pung status WA "Tidak Pernah Dihargai" Ja'o langsung tertawa Karena, kapan de pernah mengh...