Aku ingin kau seperti dia,
Laki-laki yang digambarkan Mumba dalam lagunya ...
No matter if I go left or right
I always comeback to your love
Karena dia, laki-laki itu, selalu menunggu
Selalu setia
Tapi mungkin kau tak inginkan perempuan seperti aku
Terlalu suka melangkah
Hingga letih bukan lagi kata yang layak kupakai
Hingga kau letih untuk menunggu
Sebenarnya kita saling mencinta atau tidak?
Masihkah ini hanya angan-anganku?
Lalu tawa bermuatan helium itu apa?
Untuk canda kita yang tak kenal batas dan angka
Aku terlalu naif ... dalam alam mungkin yang semu
Atau kau terlalu malu ... dalam alam ragu yang seharusnya tak ada
***merindui tawanya, ingin membauinya lagi dalam sebuah perjalanan.
Selasa, 28 Mei 2013
Kamis, 23 Mei 2013
Seperti Kemarau Tersapu Banjir
Melihatmu,
Dengan wajah yang itu,
Saya ...
Seperti kemarau tersapu banjir.
Dengan wajah yang itu,
Saya ...
Seperti kemarau tersapu banjir.
Rabu, 22 Mei 2013
Gigiku Gemeretuk Bila Mengingatnya
Bukan karena dingin,
Tapi karena mereka kedinginan.
Bukan karena marah,
Tapi karena mereka terabaikan.
Bukan karena lapar,
Tapi karena mereka kelaparan.
Kapan Rasty boleh sekolah?
Kapan Chelsea terhindar dari alergi mi instan?
Kapan mereka dapat tidur di bawah atap yang layak?
Dan gigiku gemeretuk bila mengingatnya.
***sabar ya, dek ...
Tapi karena mereka kedinginan.
Bukan karena marah,
Tapi karena mereka terabaikan.
Bukan karena lapar,
Tapi karena mereka kelaparan.
Kapan Rasty boleh sekolah?
Kapan Chelsea terhindar dari alergi mi instan?
Kapan mereka dapat tidur di bawah atap yang layak?
Dan gigiku gemeretuk bila mengingatnya.
***sabar ya, dek ...
Senin, 13 Mei 2013
Twister
Setiap hari ada twister.
Di hatiku...
13 Mei, ada twister.
Di hatiku...
13? Kenapa dengan 13?
Ah ... itu hanya tanggal ketika aku menulis ini.
Di hatiku...
13 Mei, ada twister.
Di hatiku...
13? Kenapa dengan 13?
Ah ... itu hanya tanggal ketika aku menulis ini.
Sabtu, 04 Mei 2013
Jangan
Ayo. Maju. Kau mau 'kan?
Jangan. Kau tidak mau.
Kau mau ... ayolah!
Jangan. Kau tidak mau!
Kenapa? Kau ragu? Hei, setiap masa menyimpan jawabannya masing-masing. Kau harus mencoba.
Jangan. Jangan sakiti lagi dirimu sendiri.
Lantas kau mau hidup dalam asumsi yang ... bisa saja keliru?
Mungkin. Kenapa tidak?
Kau pesimis yang miskin dan kafir pada perasaan sendiri!
Tidak mengapa ... setidaknya ada yang dapat kunikmati.
***monolog aneh
Jangan. Kau tidak mau.
Kau mau ... ayolah!
Jangan. Kau tidak mau!
Kenapa? Kau ragu? Hei, setiap masa menyimpan jawabannya masing-masing. Kau harus mencoba.
Jangan. Jangan sakiti lagi dirimu sendiri.
Lantas kau mau hidup dalam asumsi yang ... bisa saja keliru?
Mungkin. Kenapa tidak?
Kau pesimis yang miskin dan kafir pada perasaan sendiri!
Tidak mengapa ... setidaknya ada yang dapat kunikmati.
***monolog aneh
Rabu, 01 Mei 2013
Welcome, Mei!
Welcome, Mei!
Perlukah kuambilkan secangkir kopi untukmu, Mei?
Apakah kau membutuhkannya?
Perlukah kupanggang roti-roti cantik untukmu, Mei?
Apakah kau menginginkannya?
Atau ... perlukan aku bercerita padamu, Mei?
Tentang harapan anak-anak itu?
Mungkin tak perlu... karena... apakah kau mau mendengar?
Semua yang ingin kulakukan rasanya tidak perlu
Kau begitu diam ...
Kau lah yang akan menyiapkanku secangkir kopi,
Juga roti-roti cantik nan harum, juga tentang harapan.
Welcome, Mei.
We always have a big hope for life ...
Perlukah kuambilkan secangkir kopi untukmu, Mei?
Apakah kau membutuhkannya?
Perlukah kupanggang roti-roti cantik untukmu, Mei?
Apakah kau menginginkannya?
Atau ... perlukan aku bercerita padamu, Mei?
Tentang harapan anak-anak itu?
Mungkin tak perlu... karena... apakah kau mau mendengar?
Semua yang ingin kulakukan rasanya tidak perlu
Kau begitu diam ...
Kau lah yang akan menyiapkanku secangkir kopi,
Juga roti-roti cantik nan harum, juga tentang harapan.
Welcome, Mei.
We always have a big hope for life ...
Langganan:
Postingan (Atom)
Cinta Bukan Untuk Main-Main
Kemarin ja'o baca de pung status WA "Tidak Pernah Dihargai" Ja'o langsung tertawa Karena, kapan de pernah mengh...
