|

Tiga Empat

Memaknai kamu dalam hidupku,
Wahai usia.

Berapa kah kamu sekarang?
Apakah itu penting?
Sebanding kah dengan apa yang sudah terjadi selama angka itu?
Oh ... ya ... mungkin.

Tiga empat,
Sudah ...
Mari kembali menata segalanya.
|

Reformasi Hidup

Suatu hari seorang tua bertanya padaku,
Tentang dia yang kemudian menghilang.
Aku menjawabinya dengan senyum,
"Kita butuh reformasi hidup, Tua ..."

Kemudian seorang tua itu tercenung
Mungkin juga kepalanya tercenut-cenut
Pusing kepalanya mendengar jawabanku
Aneh ... desisnya.

Apalah yang bisa si Tua pahami?
Mungkin ia telah pahami begitu banyak perkara
Tetapi yang satu ini,
Cukup rumit untuk ditelaah oleh serat-serat uban dalam otaknya

Bahwa kita mungkin sanggup melakukan keajaiban,
Atau melakukan kemunafikan,
Atau juga melakukan kejujuran dengan berani,
Hanya karena kita menganggap dia yang kemudian menghilang itu sebagai saudara.

Ya, hanya itu ...

Sayangnya, dia yang kuanggap saudara
Mengganggapku sebagai manusia yang suka sewot
Menyampuri urusannya ...
Dan marahlah aku.

Tidak kah dia pikir aku mungkin tak akan sewot bila tak mau namanya tercoreng?
Panas kupingku mendengar orang-orang,
Betapa mereka menertawainya!
Aku sewot padanya, bukan pada orang-orang yang menertawainya
Karena, sekali lagi, dia lah yang kuanggap saudara, bukan orang-orang itu ...

Ah, sudahlah.
Sudah terjadi ... tetapi aku berani karena kejujuran adalah keberanian.
"Kita butuh reformasi hidup, Muda ... kau benar"
Ah! Si Tua sudah paham rupanya ...
|

Welcome December!

This is our December
Cheers, love, smile, happy
Because December always give us a new energy
To facing life ...
Reborn ...

Welcome December,
Our December!
 
Jump To Top