|
-:- terjerat rasa -:-


Aku masih menginginkanmu,..
Pada setiap tatapan bola matamu,..
Pada senyum manismu yang lugu,..
Pada desahan dan rintihan yang penuh nafsu,..
Pada luapan emosi dan tuntutan untuk bersatu,..

Kemudian setelah kau pergi,..
Tinggalkan aku dalam sepi,..
Menangis ditemani rajutan memori,..
Ternyata kusadari aku tak bisa sendiri,..
Tanpa nafas cinta mu disini untuk menemani,..

Aku telah terjerat olehmu dalam sejuta rasa,..
Yang semuanya terjadi karenanya,..
Ingin lepas namun tak kuasa,..
Jaring-jaring asmara menyelimuti sukma,..
Memberontak namun berakhir pada sia-sia,..

Terjerat rasa yang tak bisa ku lepas,..
Tebang tinggih lalu terhempas,..
Tanpa daya untuk terbebas,..
Meski rintihan kebebasan memelas,..
Masih juga aku tersiksa dalam rasa tanpa terbalas,..

Lalu dalam kesendirian ini yang terluka,..
Akan kucoba untuk bangkit dari duka,..
Agar jerat rasa ini dapat terbuka,..
Kemudian seluruh jiwa berteriak merdeka,..
Keluar dari lingkaran jerat rasa yang merana,..

tuteh--
|
-:- pertama -:-


Bila ini betul cinta,..
Inilah terindah yang kurasa,..
Dalam tatapan aku terpana,..
Menembusi jaring hati dan asa,..
Mengalir hangat gelora,..
Semburat harap agar dia kupunya,..
Agar terus dapat berjumpa,..
Menumpahkan rindu penuh bara,..
Mereguk puas manisnya rasa,..
Yang pertama kali menemani nada,..
Cinta dan bahagia,..
Ini cinta pertama,..
Ingin terus rasa ini kupunya,..
Tak rela melepas bahagia dan indahnya,..
Kesadaran lalu datang membahana,..
Tak mungkin dia kupunya,..
Namun ini yang pertama,..
Pertama tetaplah seperti ini rasanya,..
Pertama tetaplah yang pertama,..

tuteh--
|
-:- gerimis maya -:-


by : Ari CoLd_PLay (my friend from Undernet)


Kita belum berjumpa…
Walau tak henti menulis kata…
Masih setia jejari berusaha…
Menyusun kata di dunia maya…
Berbicara tanpa suara…
Membelai mesra tanpa rasa…
Samar terdengar bisikan bidadari cinta…
Bagai gerimis hujan dipagi buta…
Membelai lembut menusuk sukma…
Tubuh jatuh dalam buaian maya…
Bergejolak hati menyambut cinta…
Kita belum berjumpa…
Tetes gerimis belum reda…
Dingin pagi memeluk mesra…
Siapa gerangan di ujung sana…
Bernama tanpa wajah…
Berwajah tanpa suara…
Kita belum berjumpa…
Kutitipkan kata didunia maya…
Bahagiakan dia dikehidupan nyata…
Lindungi dia di damainya cinta…
Kita belum berjumpa…
Dan mungkin takkan pernah berjumpa…
|
-:- tuan, ampuni hamba -:-


Duhai tuan,..
Hamba mohon ampun,..
Telah lancang miliki impian,..
Tuk miliki wajah nan rupawan,..
Yang hanya ada pada tuan,..
Wahai tuan,..
Hamba mohon tuntun,..
Keluar dari himpitan angan,..
Lalu terbang menjemput awan,..
Untuk sadari kita tak sepadan,..
Duhai tuan,..
Hamba mohon ijin,..
Berilah satu kesempatan,..
Untuk memberi tiga kecupan,..
Pada kening, bibir dan pipi tuan,..
Seribu terima kasih akan menjadi jamuan,..
Akan pergilah hamba kemudian,..

tuteh--
 
Jump To Top